Pentingnya melakukan Medical Check Up
Pentingnya melakukan Medical Check Up

Kesehatan merupakan sesuatu yang mahal harganya. Akan tetapi akan lebih mahal lagi apabia Anda sudah terkena penyakit. Oleh karena itu lebih baik mencegah dari pada mengobati. Sebagai langka pencegahan medical check-up merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan, dengan melakukan medical check-up Anda bisa mengetahui kondisi kesehatan dan mendeteksi penyakit sejak dini.
Semakin cepat suatu penyakit terdeteksi maka semakin cepat pertolongan yang bisa didapatkan. Sehingga penyakit tidak berlanjut ke tahap yang lebih serius, dan sekaligus mencegah pengobatan atau pertolongan yang lebih rumit.
Pemeriksaan kesehatan diperlukan oleh siapa saja, baik pria maupun wanita, orang tua dan anak muda. Pemeriksaan kesehatan bukan hanya untuk orang sakit saja, tetapi orang yang sehatpun perlu melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama untuk mengetahui tingkat kesehatan dan juga untuk mendeteksi penyakit serius yang memang belum menunjukkan gejala.
Di bawah penulis ini akan memaparkan secara umum hal-hal apa saja yang diperiksa melalui pemeriksaan medis.
Tes Berat Tubuh
Berat badan yang normal bisa diukur berdasarkan Indeks Masa Tubuh (body mass index/BMI). Bila Indeks Masa Tubuh (BMI) tidak normal bisa memicu berbagai penyakit. Kegemukan pada tubuh dapat meningkatkan risiko penyakit stroke, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hipertensi dan kanker. Dan hal yang sebaliknya jika kondisi tubuh terlalu kurus bisa mengatasi kelemahan tubuh, terkena osteoporosis, dan juga anemia. Untuk itu lebih disarankan untuk pemeriksaan BMI 2 tahun sekali untuk orang berusia di bawah 50 tahun, dan setahun sekali untuk orang di atas usia 50 tahun.
Anda bisa melakukan perhitungan BMI sendiri di rumah. Rumusnya adalah : berat badan (Kg) / tinggi badan (m). Untuk ukuran orang Asia BMI normal adalah 18,5 hingga 22,9. Untuk Anda yang mengalami penurunan berat badan secara drastis, atau kelebihan berat badan dan memiliki BMI yang tidak normal, sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter untuk menanganinya.
Tes Gula Darah
Untuk orang yang berusia diatas 45 tahun sebaiknya tes ini dilakukan setiap tiga tahun sekali. Namun untuk Anda yang memiliki risiko diabetes, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk segera melakukan tes, sebaiknya lebih sering dilakukan misalnya setiap setahun sekali.
Gejala penyakit diabetes adalah terjadinya penurunan berat badan secara drastis, sering merasa haus dan lapar, sering kali, teras kesemutan pada bagian tangan atau kaki, dan seirng buang air kecil. Jika Anda mengalami gejala sebaiknya segera melakukan tindakan untuk mengetahui terkena diabetes. Sebelum melakukan tes diabetes biasanya Anda disarankan untuk melakukan puasa selama 8 jam. Hasil dari tes diabetes akan mengeluarkan salah satu hasil seperti di bawah ini :
- Normal: 70-100 mg/dL
- Pra diabetes: 100-125 mg/dL
- Diabetes: 126 mg/dL
Tes Tekanan Darah
Untuk tekanan darah orang normal yang berusia di bawah 60 tahun adalah kurang dari 140/90, dimana angka 140 menunjukkan bilangan atas (sistolik) dan angka 90 menunjukkan bilangan bawah (diastolik). Sedangkan untuk usia di atas 60 tahun tekanan darah standar normalnya kurang dari 150/90 mm Hg. Jika tekanan darah diatas normal berarti mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi).
Untuk pemeriksaan orang normal dapat dilakukan 1 – 2 tahun sekali, untuk orang yang mengidap hipertensi sebaiknya melakukan tes lebih sering lagi.
Tes Kolesterol
Kolesterol adalah lemak yang dibutuhkan oleh tubuh, tetapi jika dalam jumlah yang berlebihan dapat mengganggu kesehatan yang dapat mengakibatkan penyakit tersumbatnya pembulih darah, jantung maupun stroke. Kadar koleterol normal adalah seperti dibawah ini :
- Kolesterol baik (high-density lipoprotein /HDL) sebaiknya di atas 60 mg/dL
- Kolesterol jahat (low-density lipoprotein /LDL) sebaiknya di bawah 100 mg/dL
- Trigliserida sebaiknya kurang dari 150 mg/dL
- Total kolesterol sebaiknya di bawah 200mg/dL
Tes Jantung
Jantung merupakan organ vital dalam tubuh manusia. Pemeriksaan jantung bisa dilakukan dengan cara melakuka tes elektrokardiogram (EKG) yang biasa disebut dengan rekam jantung. Pengujian dilakukan untuk mengetahui aktivitas listrik jantung. Dengan tes EKG ini bisa dideteksi apabila ada detak jantung yang tidak normal atau juga gangguan lain seperti tersumbatnya pembuluh darah. Test ini bisa dilakukan ketika Anda mengalami gejala sakit jantung, seperti nyeri pada bagian dada sebelah kiri dan jantung berdebar.
Belum ada Komentar untuk "Pentingnya melakukan Medical Check Up"
Posting Komentar